Home » » Kayu Siwak / Kayu iroqi, Pohon Arok (Salvadora Persica)

Kayu Siwak / Kayu iroqi, Pohon Arok (Salvadora Persica)

Written By Unknown on Friday, July 12, 2013 | 9:11 AM


Beratus tahun yang lalu, nabi Muhammad telah mencangkan program kebersihan dan kesehatan gigi. Jauh sebelum para dokter gigi berkampanye tentang  hal tersebut. Nah, alat yang beliau gunakan untuk menggosok gigi adalah kayu siwak. Dalam sebuah sabdanya, Rasulullah bersabda,”Kalau seandainya tidak memberatkan ummatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk berziwak setiap akan shalat. “
Beliau sendiri terbiasa bersiwak, sebelum masuk kedalam rumahnya, menemui istri-istrinya. Apa yang terbiasa dilakukan Nabi pasti sesuatu yang istimewa.

Kayu siwak yang digunakan sebagai pembersih gigi adalah ranting kayu dari pohon arak yang punya nama latin Salvadora Persica. Pohon inbi hanya bias tumbuh di daerah Asia tengah dan Afrika. Siwak berbentuk batang, diambil dari akar dan ranting segar tanaman Arak ini tadi. Besarnya bervariasi, dari yang berdiameter 0, 1 cm – 5 cm. pohon arak adalah pohon yang kecil, seberti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki banyak juantaian serat.
Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih, aromanya seperti seledri dan rasanya` agak sedikit pedas.
        









Apa  Manfaatnya?
Meski sudah digunakan sejak lama, siwak tetap layak dipakai hingga hari ini. Karena siwak lebih dari sekedar sikat gigi biasa. Diantaranya , siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut. Batang siwak memiliki serat yang elastic dan tidak merusak gigi walau ditekan keras. Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi. Penilitian terkini terhadap kayu siwa k menunjukkan bahwa siwak menganduk mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan flek, mencegah gigi berlubang serta memlihara gusi. Siwak pun mempunyai kandungan anti bacterial acids, baik astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untukmembunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendaharan pada gusi. Ada juga kandungan kimia seperti Klorida, Potasium, Sodiuum Bicarbonate, Flouride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimetil Amineh, Salvadorine, Tannisns dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diextrak sebagi bahan penyusun pasta gigi. Masih ada minya aroma alami yang memiliki ras dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilanhgkan bau task sedap. Dimikian pula ada zat anti pembusukan, yang menurunkan jumlah bakteri dimulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak turut merangsang produksi saliva air liur, dimana saliuva merupakan organic mulut yang melindungi dan membersihkan mulut. Masya Allah, luar biasa.



Nabi Muhammad SAW satu-satunya utusan Allah SWT yang sangat sempurna pola hidupnya. Keterangan ini diperkuat dari keterangan al-Qur’an yang artinya:’’ Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS al-Ahzab (33:21). Ketika memakmanai ‘’ usawatun hasanah’’ mencakup semua pola hidup kanjeng Nabi Saw yang meliputi; makan, minum, berbusana, berkeluarga, bermasyarakat, beribadah dll.

Sebagaimana manusia pada umumnya, Nabi Saw juga pernah sakit demam sebagaimana sahabatnya. Nabi Saw senantiasa menyarankan kepada sahabatnya yang sedang sakit agar segera datang ke-tabib (dokter). Suatu ketika ada seorang sahabat datang kepada Nabi Saw bertanya kepada beliau Saw:’’ Ya Rosulullah, apakah kita mesti berobat? Nabi Saw menjawab:’’ Ya…wahai hamba Allah…!berobatlah kamu, karena Allah SWT tidak mengadakan suatu penyakit kecuali mengadakan juga obatnya, kecuali satu. Para sahabat terheran-heran mendengar jawaban itu (satu). Lantas sahabat bertanya lagi’’ apa itu ya Rosulullah…! Nabi Saw menjawab:’’ tua’’ (HR. Ahmad).

Sedangkan Nabi Saw sendiri lebih suka pencegahan dari pada pengobatan. Salah satu dari cara pencegahan ala Nabi Saw yaitu berpuasa senin kamis. Dengan puasa senin kamis, Nabi Saw semakin sehat dan perkasa. Aktifitas sehari-hari juga tidak terganggu. Puasa juga termasuk salah satu cara me-manaj perut, agar supaya kondisi perut (pencernaan) selalu sehat. Semua makanan dan minuman yang dikonsumsi Nabi Saw itu tergolong baik dan sehat, seperti; madu, gandum, susu, daging. Yang perlu diperhatikan, Nabi Saw tidak pernah berlebih-lebihan dalam urusan perutnya. Wajar, jika beliu tetap perkasa hingga usia senja.
Terkait dengan pola sehat Nabi Saw, dalam catatan sejarah, beliau Saw tidak pernah merasakan sakit gigi. Padahal jaman dulu, tidak ada pasta gigi, dan alat pembersih gigi. Namun demikian, Nabi Saw tidak pernah lupa membersihkan giginya dengan kayu ‘’iroqi’’ setiap waktu. Dalam sebuah hadis, Nabi Saw pernah menyampaikan:’’ andai saja tidak keberatan terhadap umatku, pasti akan saya perintahkan kepada mereka untuk ber-siwak setiap waktu sholat;’’. Dalam dunia modern, siwak itu bisa di-alanoligan dengan ‘’sikat gigi+pasta gigi’’.

Esensi siwak itu bukan hanya sekedar membersihkan’’ gigi’’, tetapi juga membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yang melekat, sehingga mulut tidak bau. Makruh hukumnya, jika mulut bau tidak sedap ketika sedang sholat berjamaa’h di masjid. Sebab, yang demikian itu bisa menganggu jama’ah yang berada disampingnya. Di sisi lain, ber-siwak itu bisa membuat gigi menjadi cling (bersih) dan terhindar dari beraneka ragam jenis mikroba yang melelekat di gigi.

Nabi Saw tidak pernah sakit gigi. Gigi Nabi Saw putih bersih, sampai menjelang ajalnya, gigi beliau masih tetap utuh. Rahasianya ialah, karena beliau senantiasa menjaga giginya dengan menggunakan siwak (kayu iroqi) setiap saat dan waktu. Bibir Nabi selalu basah dan merah, mulutnya juga tidak bau. Sebab, Kayu Iraqi (siwak) itu mampu membersihkan mulut dan gigi. Rasanya kayu itu memang agak pedas, sehingga bibir Nabi Saw selalu terlihat merah.

Dalam kajian ilmiyah, Sebuah majalah Jerman memuat tulisan ilmuwan Rowdatt, rektor Institut Perkumanan pada Universitas Rostoc. Dalam tulisannya itu sang Rektor menyamapikan “Saya telah membaca tentang siwak yang digunakan Bangsa Arab sebagai sikat gigi. Seketika itu, saya mulai melakukan pengkajian. Penelitian ilmiah modern mengukuhkan bahwa siwak mengandung zat yang melawan pembusukan, zat pembersih yang membantu membunuh kuman, memutihkan ggi, melindungi gigi dari kerapuhan, bekerja membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat, dan melindungi mulut dan gigi dari berbagai penyakit, bagaimana telah terbukti bahwa siwak memiliki manfaat mencegah kanker.”
Bukan sebuah kebetulan ketika Nabi Saw menentukan kayu iroqi sebagai alat pembersih gigi. Pilihan Nabi Saw terhadap kayu itu merupakan bukti kemukjizatanya. Berarti Nabi Saw orang yang pertama kali memerintahkan melindungi mulut dari berbagai macam penyakit. Di sisi lain, Nabi Saw bisa mengetahui dari sekian juta jenis pohon-pohonan, bahwa Kayi Iroqi (saludora persica) mengandung banyak manfaat bagi manusia.

Ini sangat penting bagi kalangan dokter gigi. Jika masyarakat dunia benar-benar membudayakan siwak (kayu iroqi) setiap waktu sejak dini. Bisa dipastikan, peminat dokter gigi akan semakin sedikit. Sebab, orang sakit gigi juga akan semakin berkurang, sehingga tugas dokter gigi semakin ringan. Dalam dunia modern, hampir disetiap Negara sudah bisa di dapati kayu tersebut. Dua keuuntungan bagi pengguna kayu iroqi (siwak), pertama gigi bersih dan sehat, kedua mendapatkan pahala, karen sunnah Nabi Saw.
Nabi Saw senantiasa mempergunakan siwak setiap saat sebagai teladan. Selanjutnya, beliau Saw menganjurkan pengikutnya agar senantiasa bersiwak sebagaimana keterangan hadisnya:
“Siwak adalah pembesih mulut dan sebab ridhonya Rabb.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Dalam kontek ke-Indonesiaan, membumikan siwak itu sangat penting, menginggat besarnya manfaatnya serta jumlah umat islam yang cukup besar. Apalagi, siwak itu sendiri sekarang dengan mudah didapatkan dipetokoan. Secara tidak langsung, membumikan siwak itu sama dengan membumikan sunnah Nabi Saw di bumi Indonesia.

I. SIWAK DAN KEUTAMAAN'NYA
 
Pengertian Siwak
Siwak jika di kasrah huruf sin-nya maka bermakna suatu kayu yang dipakai untuk menggosok gigi (Taisirul ‘Allam, hal. 39)
Siwak adalah suatu perkara yang disyari’atkan, yaitu dengan menggunakan batang atau semisalnya, yang dipakai untuk membersihkan gigi dan gusi dari kekuning-kuningan
dan bau (Al-Mulakhkhas Al-Fiqhiy, hal. 29).

1.2 Syari’at Siwak
Bersiwak adalah termasuk dari bagian dari sunnah para Rasul, sebagaimana hadits dari Abu Ayyub –Radhiyallahu ‘anhu- :
“Ada empat hal yang termasuk dari sunnah para Rasul; Memakai minyak wangi, menikah, bersiwak dan malu.” (HR. Ahmad; 23470 dan
Tirmidzi: 1081, Abu Isa berkata derajat hadits ini hasan gharib).
Asy-Syaikh DR. Shalih Fauzan hafidzahullah berkata: “Orang yang pertama kali bersiwak adalah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa bersiwak dapat membersihkan mulut, yakni membersihkan dari hal-hal yang tidak disukai, (bersiwak) juga sebagai penyebab datangnya ridha Allah, yakni menjadikan Allah subhanahu wa ta’ala menjadi ridha. Dalam anjuran mengamalkannya telah terdapat lebih dari seratus hadits. semuanya menunjukkan bahwa bersiwak adalah sunnah muakkadah. syariat telah menganjurkan dan menghimbau untuk
diamalkan.

Siwak memiliki beberapa faedah yang sangat besar, diantaranya yang paling besar adalah yang telah dianjurkan oleh hadits :
ــ السواك مطهرة للفم مرضاة للرب . ‌
“Siwak itu pembersih mulut dan diridhai Allah.” (HR. Ahmad. Dishahihkan Syaikh Al Albany di Shahihil Jami’ no. hadits 3695. ed.)
” Bersiwak adalah dengan menggunakan batang yang lembut dari pohon arok, zaitun, urjun atau yang semisalnya yang tidak menyakiti atau melukai mulut.” (Al-Mulakhkhas Al-Fiqhiy, hal. 30).

1.3 Waktu-waktu Disunnahkannya Bersiwak
Asy-Syaikh DR. Shalih Fauzan berkata: “Bersiwak disunnahkan disetiap saat, bahkan sekalipun yang berpuasa disepanjang harinya, demikianlah pendapat yang benar dan menjadi sunnah muakadah pada waktu tertentu.” (Al-Mulakhkhas Al-Fiqhiy, hal. 30)

Adapun waktu-waktu yang disunnahkan secara muakkad untuk bersiwak diantaranya:
1) Setiap akan Berwudhu
2) Setiap akan melakukan shalat.
3) Setiap Bangun Tidur
4). Setiap akan Masuk Rumah
5). Ketika hendak membaca Al Qur’an
________________________________________________________________________________

Di dalam kitab Matn Al-Ghayah wa At-Taqrib, karya Al-Qadhi Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain Al-Ashfihani (434-488 H) dikatakan, bersiwak itu disunnahkan dalam segala keadaan, kecuali setelah matahari tergelincir bagi orang yang sedang berpuasa.

Dan bersiwak itu sangat disunnahkan dalam tiga keadaan: pertama, ketika berubah bau mulut karena diam lama (tidak makan) atau karena hal lainnya; kedua, ketika bangun tidur; dan ketiga, ketika akan melakukan shalat.

Banyak hadits yang menyebutkan masalah siwak ini. Di antaranya dari Aisyah diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, ”Bersiwak itu membersihkan mulut dan membuat Tuhan ridha (senang).” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasai).

Dalam hadits lain dari Hudzaifah, ia mengatakan, ”Nabi SAW, apabila bangun tidur, menggosok mulutnya dengan siwak.” (HR Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya). Sedangkan dalam hadits dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Kalau saja aku tidak merasa khawatir akan memberatkan umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak shalat.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Mengenai faedahnya, para ulama menyebutkan, bersiwak itu mempunyai faedah yang sangat banyak. Bahkan, sebagian ulama mengatakan bahwa faedah-faedahnya kurang lebih mencapai 70. Antara lain, membersihkan mulut, mendapat ridha Tuhan, memutihkan gigi, mengharumkan mulut, meluruskan tulang punggung, menguatkan gusi, memperlambat tumbuhnya uban, membersihkan badan, menambah kecerdasan, melipatgandakan pahala, mempermudah keluarnya ruh, menyebabkan ingat bacaan syahadat ketika menghadapi kematian, menyebabkan kelapangan rizqi dan kecukupan, melancarkan rizqi, memperbaiki kesehatan mulut, menghilangkan kotoran dan lendir di tenggorokan, menguatkan gigi, menambah kebaikan, menyenangkan malaikat dan mereka akan mau bersalaman karena tertarik pada cahaya mukanya (muka orang yang bersiwak), menghilangkan penyakit kusta.

Dalam fungsinya sebagai alat pembersih gigi dan mulut, bersiwak dengan menggunakan kayu yang khusus, yang disebut ”kayu arak”, memang dapat diganti dengan sikat gigi dan odol. Tetapi manfaat-manfaat lain yang didapat tidak sebanyak bila kita menggunakan siwak, yang khusus itu. Sehingga, bersiwak tetap memiliki kelebihan dibandingkan cara lain dalam membersihkan gigi atau mulut.
Share this article :

2 comments:

Bro Comment :

follower facebook

tweet

Polling:

Bagaimana Menurut Anda Blog ini?
Bagus0%
Lumayan0%
Kurang0%
Kurang sekali0%

ads

Isi Blog:

Powered By Blogger

Artikel:

People View

 
Support : http://belajarofficeizzat.blogspot.com | http://tutorbuatblogizzat.blogspot.com | http://aldebaranizzatd.blogspot.com/
Copyright © 2013. Serbaserbi - All Rights Reserved
Template added by Creating Website Publis Blog Mas Template
Proudly powered by Blogger